Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2011

6 Kisah Kanibalisme Demi Mempertahankan Hidup Paling Terkenal di Dunia

Inilah kisah-kisah luar biasa tentang sekelompok orang yang melakukan praktek kanibalisme demi mempertahankan hidupnya. Bencana yang terjadi membuat orang tidak lagi bisa berpikir normal. Betapa tidak, terdampar di pegunungan terpencil di musim dingin, tanpa makanan, apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan hidup??

Salah satu kisah paling terkenal adalah jatuhnya pesawat Uruguay Force di pegunungan Andes pada tahun 1972. Demi bertahan hidup penumpangnya terpaksa memakan mayat teman-temannya. Dan itu terjadi selama 72 hari sampai akhirnya mereka berhasil ditemukan.



Kisah lain yang tak kalah dasyatnya adalah peristiwa pengepungan kota Leningrad, Soviet, yang berlangsung selama dua tahun. Masyarakat yang kelaparan terpaksa saling bantai agar bisa bertahan. Konon, sekitar 1,5 juta jiwa jadi korban peristiwa tragis ini.

Berikut kisah-kisah kanibalisme terkenal yang terjadi karena bencana.

1.Kasus Jatuhnya Pesawat Uruguay Force Flight di Andes: Kasus Kanibalisme Paling Terkenal

Inilah kasus kanibalisme paling terkenal dalam sejarah, terjadi di pegunungan Chili, Andes—perbatasan Argentina-Chilli– pada musim dingin tahun 1972. Peristiwa ini bermula dengan jatuhnya pesawat carteran Uruguay Air Force Flight 571 yang membawa 45 orang penumpang, termasuk di dalamnya tim rugby dan keluarganya, di pegunungan Chili, Andes, 13 Oktober 1972.

Dari kecelakaan itu, 29 penumpang berhasil selamat, namun medan yang berat membuat satu demi satu korban berjatuhan. Delapan orang tewas tertimbun longsoran salju, beberapa lainnya menyusul ke alam baka karena berbagai sebab, di antaranya, suhu yang luar biasa dingin dan cidera. Praktis yang tersisa hanya 16 orang, mereka berhasil di selamatkan pada 23 Desember 1972.

pesawat carteran Uruguay Air Force Flight 571 yang membawa 45 orang penumpang, termasuk di dalamnya tim rugby dan keluarganya, di pegunungan Chili, Andes, 13 Oktober 1972.

Itupun, setelah mereka sendiri berjuang mencari bantuan, karena operasi penyelamatan telah dihentikan jauh-jauh hari. Pemerintah setempat sudah menganggap mereka sebagai korban hilang yang tak ditemukan, sampai akhirnya para korban itu datang sendiri melaporkan lokasi mereka. Luar biasa!!!

Bayangkan, berada di ketinggian 3.600 meter di atas permukaan laut pada saat musim dingin sedang hebat-hebatnya. Salju yang turun deras, nyaris membekukan semuanya. Nah, para korban ini, hanya memakai pakaian seadanya, tidak ada makanan, siapapun tak bisa berpikir normal. Bagaimana caranya bertahan hidup, survive, itulah satu-satunya yang ada dalam pikiran mereka.


Tim Rugby yang naas

Dan, satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan memakan teman-teman mereka yang telah tewas. Ini bukan keputusan mudah, bahkan terlalu berat, tapi harus dilakukan jika ingin hidup. Biasanya, dalam keadaan terjepit seperti itu, orang baru mengerti betapa berharganya sebuah kehidupan. Dan mereka berjuang untuk mempertahankannya, apapun caranya.

Yang menyakitkan, lewat radio mereka memonitor kalau upaya pencarian mereka dihentikan karena lokasi kecelakaan tidak ditemukan. Operasi penyelamatan mereka dihentikan setelah delapan hari pencarian, atau 11 hari mereka jatuh di gunung. Pihak berwenang menganggap semua korban pasti tidak ada yang selamat. Bisa dimaklumi, lokasi pengunungan itu sangat sulit diakses, sementara dari udara terlihat semua berwarna putih karena tertutup salju. Celakanya, pesawat itu pun berwarna putih.



Nando Parrado, Roberto Canessa dan Sergio Katalan (berdiri di belakang: penduduk yang menolong mereka) Persisnya, 72 hari mereka survive sebelum akhirnya ditemukan tim SAR. Itupun setelah dua orang dari korban, Nando Parrado dan Roberto Canessa, berjuang mencari bantuan. Mereka menuruni pegunungan, mencari jalan menuju ‘kehidupan’.

Selama 12 hari keduanya menempuh jalan sulit, penduduk setempat, Sergio Katalan, menemukan mereka. Endingnya, semua korban (16 orang) dibawa ke rumah sakit Santiago dan dirawat karena menderita penyakit ketinggian , dehidrasi , radang dingin , patah tulang, kudis dan gizi buruk.

Pengalaman luar biasa ini, difilmkan pada tahun 1993, dan sejak itu menjadi salah satu kisah ajaib paling terkenal sepanjang masa. Tahun 2006 lalu, Nando Parrado, salah seorang selamat, membukukan pengalamnya yang dramatis itu dalam buku berjudul Miracle in the Andes: 72 Days on the Mountain and My Long Trek Home.


2. Ekspedisi Franklin
Inilah ekspedisi yang paling disesali sepanjang masa. Populer dengan sebutan ekspedisi Franklin, seorang perwira angkata laut yang sudah berpengalaman dan berkali-kali memimpin ekspedisi, dan kali itu tahun 1845, dia diperintahkan Sir John Barrow memimpin ekspedisi lagi yakni menyelesasikan pemetaan bagian barat laut ujung Kanada dan melayari Kutub Utara. Ekspedisi itu sendiri dilakukan dua kapal, Erebus dan HMS Terror, dua kapal canggih di zamannya.


franklin-expedition

Tapi kecanggihan teknologi, tak mampu mengalahkan alam. Konon dua kapal ini terkepung es di Victoria Selat dekat Pulau King William di Arktik Kanada. Franklin dan 128 crew dan peneliti, hilang. Nasib ekspedisi Franklin ini baru terungkap berabad-abad kemudian. Selama itu pencarian terus dilakukan, bahkan dengan iming-iming hadiah.

Sebuah pencarian yang dipimpin oleh Francis Leopold McClintock pada tahun 1859 menemukan sebuah catatan yang tertinggal di Pulau King William tentang rincian ekspedisi itu. Pencarian kemudian dilanjutkan sampai abad ke-19.



Barulah pada tahun 1981, lewat penelitian tim ilmuwan yang dipimpin Prof Owen Beattie, seorang antropologi dari Universitas Alberta, berhasil mengungkap beberapa hal dari temuan mereka di Pulau Beechey dan Pulau Raja William. Di Pulau Beechey di mana beberapa awak dikubur, ditemukan bahwa mereka meninggal karena radang paru-paru dan mungkin TBC dan keracunan timah. Tapi penemuan yang juga mengejutkan di Pulau King Williams di mana terjadinya kanibalisme karena kelaparan sehingga akhirnya semua terbunuh.


3. Kapal Pemburu Paus Essex
Cerita tentang kanibalisme untuk survive di kalangan pelaut sebenarnya bukan hal yang baru. Bahkan pada awal-awal abad ke-19 dunia maritime marak dengan cerita-cerita mengerikan semacam itu. Salah satu contohnya adalah Kapal Essex, kapal pemburu paus, pada tahun 1820.

Kisah itu dimulai dengan kecelakaan kapal pada tahun 1820, di mana paus menabrak Essex yang menyebabkan kapal tersebut tenggelam di 2.000 mil laut (3.700 km) sebelah barat pantai barat Amerika Selatan.


Kapal Essex

Sebanyak 21 awak berhasil menyelamatkan diri di Pulau Henderson, wilayah kepulauan Pitcairn. Di Pulau Henderson mereka bertahan dengan makan ikan, burung juga tumbuhan yang ada, juga ditemukan sumber mata air kecil untuk minum.

Sayangnya, sumber daya alam pulau itu hanya cukup untuk seminggu, selanjutnya tidak ada lagi yang bisa dimakan. Mereka masih mencoba bertahan dengan minum air kencing sendiri, tapi tidak lama. Jadi, bisa ditebak apa yang terlintas di pikiran mereka untuk bisa bertahan.

Di sinilah berlaku hukum rimba, siapa yang kuat dia yang menang. Mereka saling membatai, saling memakan. Tidak ada teman, sahabat, bahkan saudara, semua saling bantai. Tragisnya, kapten kapal, Pollard ikut memakan sepupunya, Owen Coffin, yang sebelumnya dibantai oleh anak buahnya sendiri.

Pertolongan baru datang hampir setahun kemudian oleh kapal penangkap ikan Dauphin Nantucket 95. Saat itu dua orang yang selamat, kapten Pollard dan Ramsdell, orang yang membunuh Coffin sepupu Pollard. Di tempat terpisah crew lain berhasil diselamatkan kapal dagang India.

Sebanyak delapan orang berhasil diselamatkan. Pengakuan mereka, mereka berhasil bertahan hidup dengan mengkonsumsi mayat tujuh temannya.


4. Pengepungan Leningrad
Inilah kisah pengepungan paling lama dan paling banyak korban sepanjang sejarah. Pengepungan Leningrad atau popular juga dengan sebutan Blokade Leningrad, adalah operasi militer berkepanjangan yang dilakukan oleh Jerman dan pasukan pertahan Finlandia untuk memblokade Leningrad pada 8 September 1941. Pengepungan ini berlangsung selama dua tahun.


Pengepungan Leningrad yang menimbulkan korban 1,5 juta jiwa

Kota ini benar-benar terisolasi, baik di darat maupun laut. Selama berbulan-bulan, para penduduk hanya makan dari danau yang ada di sana, , tapi ketika musim dingin tiba, danau beku. Tentara Soviet mengalami kesulitan untuk memasok makanan. Masyarakat mulai kelaparan. Untuk memenuhi kebutuhan akan makanan, para tukang roti di kota itu diperintahkan untuk membuat roti yang dicampur dengan serbuk gergaji.

Ini semata-mata untuk bertahan hidup. Selebihnya, burung, tikus, dan makan-makanan lain yang dalam kondisi normal jijik untuk dimakan, terpaksa menjadi santapan. Ini semua demi perut, dan demi kehidupan. Ketika tidak ada lagi yang bisa dimakan, maka mulailah terjadi kanibalisme.



Praktek ini terjadi semakin meluas di seluruh kota, sampai-sampai Polisi Leningrad merasa perlu melakukan patrol anti-kanibalisme, untuk mencegah kondisi makin buas dan tak terkendali. Dan memang itulah tujuan Jerman dan Finlandia untuk menjatuhkan Soviet.

Sekalipun belakangan diakui bahwa kanibalisme ini kenyataannya menyelamatkan kehidupan banyak orang, tapi pada saat itu polisi tetap melarang perbuatan itu. Meski begitu kanibalisme tetap terjadi meski sembunyi-sembunyi. Diperkirakan, tragedy itu menyebabkan tewasnya 1,5 juta orang.

Berdasarkan catatan, ini bukan pertama kalinya rakyat Soviet melakukan kanibalisme. Sebelumnya, tahun 1932-1933 terjadi bencana kelaparan yang luas di Ukraine yang menyebabkan praktek kanibalisme terjadi di kawasan itu.


5. Holocaust
Sampai sekarang peristiwa itu masih menjadi sumber perdebatan. Holocaust adalah genosida sistematis yang dilakukan Jerman Nazi terhadap berbagai kelompok etnis, keagamaan, bangsa, dan sekuler pada masa Perang Dunia II. Bangsa Yahudi di Eropa merupakan korban-korban utama dalam Holocaust, yang disebut kaum Nazi sebagai “Penyelesaian Terakhir Terhadap Masalah Yahudi”.

Jumlah korban Yahudi umumnya dikatakan mencapai enam juta jiwa. Genosida ini yang diciptakan Adolf Hitler dilaksanakan, antara lain, dengan tembakan-tembakan, penyiksaan, dan gas racun, di kampung Yahudi dan Kamp konsentrasi.

Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap kaum Nazi “tidak disukai” antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa (Jehovah’s Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Orang Rom dan Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jika turut menghitung kelompok-kelompok ini dan kaum Yahudi juga, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 9-11 juta jiwa.


Tawanan holocaust

Kesadisan Jerman memperlakukan tawanannya sudah menjadi cerita yang hidup puluhan tahun hingga kini. Apa dan bagaimana mereka diperlakukan menjadi kisah yang tak hent-hentinya mengundang air mata dan kemarahan. Konon, para tawanan perang Jerman ini dibiarkan kelaparan di kamp-kamp konsentrasi yang didirikan Jerman. Dampaknya, demi mempertahankan hidupnya para tawanan pun saling memangsa satu sama lain.


6. Alferd Packer
Alferd Packer (21 November 1842 – 23 April 1907) sering dikenal sebagai satu-satunya warga Amerika yang pernah dihukum dengan tuntutan kanibalisme, meskipun sebenarnya tuntutannya adalah pembunuhan, bukan kanibalisme. Anggota Partai Donner yang terkenal itu pun, tidak dihukum karena kanibalisme di California, karena secara hukum kanibalisme bukanlah kejahatan di Amerika Serikat.


Alferd_Packer

Pada 9 Februari 1874, dia dengan 5 orang lainnya melakukan ekspedisi di pegunungan Colorado. Dua bulan kemudian Packer kembali dari ekspedisi sendirian. Ketika ditanya kemana orang-orang yang telah pergi dengan dia, Packer mengatakan bahwa dia telah membunuh mereka semua untuk bertahan hidup dengan terpaksa memakan tubuh teman-temannya.

Read More >>

Senin, 18 Juli 2011

15 Headline Surat Kabar Paling Terkenal Sepanjang Sejarah


New York Times: "Titanic Karam setelah 4 jam menabrak gunung es" 16 April 1912

New york times
Ini adalah salah satu dari sedikit berita utama yang akurat setelah tenggelamnya kapal Titanic. Wartawan di beberapa surat kabar lain masih dalam penyangkalan bahwa Titanic tidak tenggelam: The Daily Mirror melaporkan, "Semua orang aman", dan Daily Mail, "Tidak ada orang yang hilang".


Daily Mail: "Keanjlokan Terbesar dalam Sejarah di Wall Street" 25 Oktober 1929

daily mail
Wall Street 1929, dipicu oleh ketidakpastian pertimbangan dari pemerintah mengakibatkan harga saham anjlok ,ini adalah yang terburuk dalam sejarah AS. Pada tanggal 24 Oktober, lebih dari 12,9 juta saham diperdagangkan oleh investor yang sedang panik.


The News Chronicle: "Hitler Tewas" 2 Mei 1945

The News Chronicle
Pada tanggal 2 Mei 1945, The News Chronicle, yang kemudian menjadi Daily Mail, menerbitkan judul yang berani . Pada waktu itu, tak seorang pun yakin kalau berita ini benar. . Artikel yang menyertainya mengklaim bahwa Hitler telah tewas dalam suatu penyerangan, meskipun kemudian yg terjadi adalah dia telah bunuh diri di sebuah bunker bawah tanah di Chancery Berlin.

Daily Mail: "Perang Dunia Ke II Telah Berakhir" 8 Mei 1945

Daily Mail
Headline ini muncul pada hari Perang Dunia II yang menyatakan bahwa Nazi / Jerman menyerah. Ini menandai berakhirnya Perang Dunia ke II dan Adolf Hitler Yang tewas


Chicago Tribune: "Pembunuh Tewaskan Kennedy"22 November 1963

Chicago Tribune
John F. Kennedy, Presiden ke-35 dari Amerika Serikat, dibunuh di Dallas, Texas. Lima tahun kemudian, saudaranya Robert Kennedy ditembak mati di Los Angeles Hotel.


Daily News: "Martin King Shot to Death: ditembak mati di Memphis" 5 April 1968

Daily News
Berita mengejutkan ini dicetak setelah Martin Luther King, Jr ditembak dan dibunuh di lantai dua lobi Lorraine Motel, Memphis, Tennessee. Dia berumur 39-tahun


Evening Standard: "The First Footstep" jejak kaki pertama 21 Juli 1969

Evening Standardl
Neil Armstrong menjadi orang pertama yang melangkahkan kakinya di bulan. Ketika ia menyentuh tanah, dia menyatakan: "Itu salah satu langkah kecil untuk manusia, satu lompatan raksasa bagi umat manusia."


The New York Times: "Nixon Resigns" 9 Agustus 1974

The New York Times
Presiden Richard Nixon, takut terhadap tekanan setelah skandal Watergate, menjadi satu-satunya Presiden yang pernah mengundurkan diri dari jabatannya. Gerald Ford kemudian memaafkannya, tetapi ia tidak pernah benar-benar diampuni.


The Sun: "Raja Elvis tewas" 17 Agustus 1977

The Sun
Pada tanggal 16 Agustus 1977, "The King of Rock 'n' Roll" ditemukan tewas di lantai kamar mandi.


Los Angeles Times: "The Beatles John Lennon Dibunuh" 9 Desember 1980

Los Angeles Times
pada hari sebelum Headline ini terbit, John Lennon ditembak dari belakang empat kali oleh Mark David Chapman, seorang penggemar yang telah menguntit dia selama 3 bulan.

City Press: "Mandela Bebas Hari Ini" 11 Februari 1990

City Pressl
Nelson Mandela dibebaskan dari penjara, tempat dia mendekam selama 20 tahun. Pada tanggal 27 April 1994, Mandela dan ANC memenangkan pemilihan multi-rasial.


Daily News: "Diana Tewas" 31 Agustus 1997

Daily News
Putri Diana meninggal setelah Mercedes Benz S280 menabrak pilar di terowongan Pont de l'Alma , Paris. bersama Temannya Dodi Al-Fayed yang juga tewas dalam tabrakan.


Daily Telegraph: "Perang di America" 12 September 2001

Daily Telegraph
Pada tanggal 12 September 2001, , hanya satu cerita mendominasi berita utama. Pada hari sebelumnya, teroris telah membajak empat pesawat jet berpenumpang komersial, dua di antaranya menabrak ke Twin Towers dan ketiga ke Pentagon. "Perang Amerika" terpilih sebagai judul yang paling mengesankan pada 100 tahun terakhir.


Times Of India: "Kami melihat air laut datang, kami semua berlari. Tetapi Allah hanya menyelamatkan sedikit "28 Desember 2004

Times Of India
pada tanggal 26 Desember 2004, gempa di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia, memicu gelombang tsunami, yang menewaskan lebih dari 225.000 orang di 11 negara.


New York Times: "Obama: Racial Barrier Falls di Kemenangan Kemenangan" 5 November 2008

Barack Obama, menjanjikan perubahan untuk Amerika Serikat, mengalahkan John McCain dalam pemilihan presiden 2008, menjadikannya presiden berkulit hitam yang pertama di amerika serikat. Ia kemudian diresmikan pada tanggal 20 Januari 2009.
Read More >>

Selasa, 21 Juni 2011

Ryan Dunn (JACKASS), Tewas dalam Kecelakaan

Sejak sekitar pukul 21 tadi nama Ryan Dunn tiba-tiba jadi Trending Topic di Twitter. Mungkin tak banyak orang yang mengenal Ryan Dunn namun buat pecinta JACKASS nama ini pasti sudah tak asing lagi. Ryan Dunn dikabarkan telah meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan mobil di West Goshen, Philadelphia.

Menurut kabar yang dilansir NBC Philadelphia, Ryan Dunn terlibat kecelakaan di Route 322 in West Goshen, Philadelphia pada hari Senin, jam 3:30 pagi waktu setempat. Sejauh ini belum jelas penyebab kecelakaan ini namun menurut sumber NBC, Ryan dipastikan meninggal dunia.




Rongsokan mobil yang dikemudikan Ryan Dunn

Sumber lain sempat mengatakan kalau Ryan Dunn terlihat sedang minum-minum bersama beberapa orang teman namun sejauh ini belum ada konfirmasi apakah ini penyebab peristiwa naas itu. Kabarnya ada saksi mata yang sempat melihat Ryan Dunn mengemudi dengan kecepatan tinggi sesaat sebelum kecelakaan. Di dalam mobil yang sama juga ditemukan korban lain yang belum teridentifikasi.

Dalam waktu singkat, Twitter pun banjir ucapan bela sungkawa dari penggemar berat Ryan Dunn. Majalah musik, Kerrang, pun ikut mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Ryan Dunn. "RIP Jackass star Ryan Dunn," tulis @KerrangMagazine lewat Twitter.

Ryan Dunn terlahir dengan nama Ryan Dunn Goofed pada tanggal 11 Juni 1977. Namanya mulai melambung sejak ia bermain dalam serial JACKASS di MTV pada tahun 2000 yang lalu. Ia sempat membintangi beberapa film termasuk JACKASS 3D pada tahun 2010 lalu. Terakhir Ryan membintangi JACKASS 3.5 yang dirilis dalam format DVD dan Blu-Ray 14 Juni lalu.

sumber:
kapanlagi
Read More >>

Jumat, 17 Juni 2011

10 Petualangan Paling Bersejarah yang Pernah Umat Manusia Capai

Manusia sebagai penghuni planet ini memang memiliki hasrat yang besar untuk berpetualang. Dari Bulan hingga Gunung Everest, sejarah telah mencatat petualangan terbesar yang telah dilakukan oleh umat manusia.

1. Pendaratan Apollo 11 di Bulan:

Awak Apollo 11 menghadapi berbagai risiko yang fatal untuk keluar dari Bumi.Kegagalan mesin bisa saja meninggalkan mereka terdampar di permukaan bulan atau selamanya hilang di angkasa.Radiasi matahari dan panas mampu memasak mereka hidup-hidup.Kegagalan setting baju luar angkasa dapat membuat mereka kehabisan oksigen dan tercekik.Menurut standar teknologi sekarang, teknologi Apollo 11 termasuk primitif.

Navigasi onboard komputer yang hanya berisi 74 kilobyte memori,tidak cukup untuk menyimpan satu file MP3.Tapi begitu Neil Armstrong mengambil langkah pertama di permukaan bulan, semua risiko terlupakan. Untuk waktu singkat, Fantasi untuk pergi ke bulan yang berumur ribuan tahun hidup kembali.Penjelajah bulan lain lalu mengikuti, tapi Apollo 11 adalah para manusia pertama yang mengambil lompatan raksasa bagi umat manusia.

2. Adu Cepat Mencapai Kutub Selatan:

Pada tahun 1911, Robert Scott (Inggris) dan Roald Amundsen (Norwegia) berlomba untuk menjadi orang pertama yang mencapai Kutub Selatan.Satu orang akan menang, yang lainnya akan mati.Scott, seorang kapten angkatan laut Inggris, dalam perjalanannya membawa sepatu es, makanan, air dan kuda poni.

Kuda-kuda poni ternyata menjadi ide yang buruk; satu demi satu meninggal karena membeku,Scott dan orang-orangnya terpaksa menyeret barang mereka sendiri.Ketika kru Scott akhirnya mencapai Kutub Selatan pada hari ke-78,mereka disambut oleh pemandangan yang mengerikan:sebuah bendera Norwegia milik Amundsen telah ditanam di dalam es 33 hari sebelumnya.

Perjalanan pulang mereka,Scott dan rombongan "sakit hati"nya berjalan di melalui gurun beku,membeku dan sering mengigau.Setelah terperangkap dalam badai salju yang ganas, Scott dan anak buahnya mati kelaparan, di tempat yang hanya berjarak 11 mil (18 km) dari suplai depot mereka.Sebaliknya,perjalanan sukses Amundsen praktis lancar, ebuah penghargaan untuk ketelitian perencanaan dan pelaksanaan tanpa cacat.

3. Edmund Hillary menaklukkan Gunung Everest:

Pada Mei 1953,Edmund Hillary, seorang peternak lebah Selandia Baru berpaling menjadi seorang pendaki gunung, menjadi orang pertama yang mencapai puncak gunung tertinggi di dunia. Hillary dan Sherpa Tenzing Norgay, mitranya mendaki ke puncak berlomba dengan sepasang pendaki lain, Charles Evans dan Tom Bourdillon, yang akhirnya terpaksa kembali pada jarak vertikal hanya 300 meter dari puncak.

Sengit melawan angin, suhu di bawah 0 C dan longsoran es yang berbahaya, Hillary dan Norgay terus menekan ke puncak, 29.028 kaki (8.848 m) di atas permukaan laut dan berhasil. Sejak saat itu, ratusan pendaki mengikuti jejak mereka, tetapi Hillary akan selamanya dikenal sebagai orang yang pertama ke puncak dunia.

4. Perjalanan Charles Darwin dengan H.M.S. Beagle:

Perjalanan 5 tahun Naturalis Charles Darwin dengan HMS. Beagle telah mengubah wajah ilmu pengetahuan modern dan pemahaman kita tentang eksistensi manusia. Setelah berhenti di sepanjang pantai Amerika Selatan, Beagle menjelajahi Kepulauan Galapagos, sebuah kepulauan vulkanik terisolasi di sekitar khatulistiwa.

Di sanalah Darwin melihat bahwa setiap pulau terdapat spesies identik paruh burung-burung finch yang berbeda dalam ukuran dan struktur. Dari pengamatan ini kemudian Darwin menyusun teorinya tentang seleksi alam, proses evolusi yang adaptif organisme dengan karakteristik tertentu cenderung untuk bertahan hidup dan mewariskan sifat-sifat kepada keturunannya.

5. Penerbangan solo Charles Lindbergh melintasi Atlantic:

Lindy memang beruntung telah selamat dalam 3.610 mil (5.809 km) penerbangan dari Long Island, New York ke Paris pada 1927 di atas kapal bermesin tunggal Spirit of St Louis. Untuk membuat pesawat menjadi lebih ringan, dia membuang rem, radio dan parasut pesawatnya. Lindbergh terbang melalui kegelapan, kabut dan hujan es, pesawatnya sempat berada di ketinggian hanya 10 ft (3 m) di atas laut Atlantik yang dingin.

Untuk tetap terjaga selama penerbangan, Lindbergh menjulurkan tangan ke luar jendela dan merasakan udara dengan wajahnya, bahkan mencoba istirahat dengan satu mata tertutup pada satu waktu. Ketika ia mendarat di Paris, 33 jam dan 30 menit setelah lepas landas, Lindbergh disambut oleh 150.000 orang, yg merayakan dirinya sebagai orang pertama yang terbang tanpa henti melintasi Atlantik.

6.Yuri Gagarin mengitari orbit bumi:

Manusia pertama di luar angkasa adalah kosmonot Soviet, Yuri Gagarin, yang pada 12 April 1961, mengorbit planet Bumi. Gagarin hanya berumur 27 tahun ketika ia mengawaki Vostok, yang pada dasarnya hanyalah pesawat kaleng selebar 10 ft (3 m) yang dipasang pada roket tiga-tahap."Bumi berwarna biru ,itu menakjubkan," kata Gagarin melalui radio ke stasiun kontrol di Bumi, Ia membuat satu lingkaran penuh mengelilingi bumi, terbang lebih dari 110 mil (177 km) di atas planet ini.

Petualangan 108 menit Gagarin menjadi lebih mengerikan, mengingat bahwa dia tidak memiliki navigasi kendali atas pesawat ruang angkasa. Gagarin meninggal pada tahun 1968, setelah menabrak sebuah pesawat tempur MiG dalam penerbangan latihan.

7.Robert Peary mencapai Kutub Utara:

Kutub Utara dan Selatan adalah dua sasaran utama para petualang pada awal abad ke-20. Penjelajah telah mencoba mencapai Kutub Utara dengan kapal, kereta salju dan balon, tetapi semua jatuh dan meninggal dalam usahanya. Pada April 1909, Insinyur Angkatan Laut Amerika, Robert Peary, yang telah gagal mencapai Kutub Utara sekali, berangkat untuk mencoba lagi, kali ini ditemani oleh empat mualim. Setelah 37-hari perjalanan dingin di atas es, Peary dan timnya menanam bendera Amerika di utara bumi.

8.Pelayaran Kon-Tiki:

Pada tahun 1947, antropolog Norwegia Thor Heyerdahl, membangun sebuah rakit primitif yang terbuat dari kayu balsa diikat bersama oleh tali rami, dan berangkat dari Callao, Peru, untuk suatu perjalanan di samudra Pasifik. Misinya: untuk membuktikan bahwa penduduk asli di Amerika Selatan telah menetap di Polinesia sebelum kedatangan Christopher Columbus dengan berlayar di rakit primitif.

Mengatasi phobia air-nya, Heyerdahl dan lima awak mengemudikan Kon-Tiki secara darurat untuk 101 hari yang menakjubkan, berlayar 4.300 mil (6.920 km) melalui badai dan ikan hiu ganas sebelum terdampar di di sebuah karang di Polynesia. Buku Heyerdahl tentang petualangannya menjadi best seller internasional, kisah tentang seorang laki-laki yang bersedia mengambil risiko hidupnya untuk membuktikan suatu titik pada umat manusia

9.Albert Hofmann melakukan "LSD Trip":

Ilmuwan Swiss, Albert Hofmann mengambil perjalanan yang tak terduga, perjalanan pikiran, pada April 1943 ketika ia sengaja menelan salah satu penemuan kimia,lysergic asam diethylamide, LSD, melalui ujung jarinya.

Dalam waktu satu jam, Hoffman melihat "sebuah aliran gambar fantastis, dalam bentuk luar biasa dengan intens, kaleidoskopis permainan warna". Hofmann, bersemangat tentang potensi zat psikotropika yang kuat, yang ia bayangkan sebagai obat psikiatris yang bisa menyembuhkan jiwa.Namun tahun 1960-an banyak yang meragukan keilmiahan obatnya.

Hingga merujuk Hofmann LSD kemudian sebagai "masalah" karena banyak disalah gunakan sebagai narkotika. Tapi petualangan mental Hofmann masih menjadi petualangan tanpa berpindah tempat yang pertama di dunia, di antara berbagai jutaan mil perjalanan fisik laininya.

10.Kapten Matthew Webb berenang menyeberangi selat Inggris:

Pada 25 Agustus 1875, Kapten Matthew Webb, 27 tahun mantan perwira angkatan laut Inggris, mencapai prestasi yang banyak orang pikir mustahil: berenang menyeberangi Selat Inggris. Arus selat yang kuat dan suhu dingin dianggap terlalu mengancam untuk setiap perenang, tapi Webb bertekad untuk membuktikan bahwa semua orang salah. Diolesi minyak ikan lumba-lumba untuk mengurangi tekanan arus selama di air, Webb berjuang melawan arus dan ikan pari selama hampir 22 jam, tersiksa sejauh 39 mil (63 km).

Akhirnya, ia mendarat di dekat Calais, lelah tapi penuh kemenangan. Pada abad berikutnya, rekor Webb telah digandakan oleh perenang lain lebih dari 1000 kali dan waktu yang telah dipotong lebih dari setengah, tetapi tetap tidak ada perenang di dunia yang memiliki imajinasi seperti Matthew Webb.
Read More >>

Kamis, 16 Juni 2011

3 Bunuh Diri Masal Paling Buruk Dalam Sejarah

1. The People’s Temple

Didirikan pada akhir tahun 1970-an, di bawah kepemimpinan Jim Jones, aliran pemujaan ini hidup menyendiri terpisah dari dunia di sebuah hutan di Amerika Selatan. Menyusul adanya sejumlah keluhan, pada tahun 1978, anggota kongres Amerika, Leo Ryan, mengunjungi wilayah Jonestown dalam misi pencari fakta. Ketika Ryan akan meninggalkan Jonestown, delapan belas anggota aliran pemujaan yang ingin meninggalkan aliran pemujaan itu mencoba ikut menyertainya, yang sekaligus menjadi saat ketika kekerasan meletus.

Anggota aliran pemujaan melepaskan tembakan kepada mereka yang mencoba meninggalkan aliran pemujaan itu. Anggota kongres Ryan, tiga orang wartawan, dan seorang anggota aliran pemujaan yang mencoba lari, terbunuh. Sebelas orang terluka. Beberapa jam setelah kejadian, pemimpin aliran pemujaan memerintahkan anggota-anggotanya untuk melakukan bunuh diri massal dengan meminum potasium sianida.

Anak-anak meninggal lebih dulu, bayi dibunuh dengan racun yang dimasukkan ke mulut dengan sedotan. Setelah itu, lebih dari sembilan ratus orang, termasuk anak-anak, meracuni diri mereka sendiri.

2. David Koresh


pada tahun 1990-an, kelompok yang menarik perhatian karena kematian massal adalah aliran pemujaan David Koresh.

Ketika satuan-satuan keamanan bermaksud melakukan pemeriksaan terhadap sebuah tanah pertanian di Texas pada 28 Februari 1993, anggota aliran pemujaan melepaskan tembakan kepada mereka. Pengepungan yang berlangsung selama 51 hari pun dilakukan. Ketika seorang anggota pasukan keamanan mencoba masuk ke dalam pertanian itu pada hari ke-51, asap tiba-tiba mulai mengepul.

Pasukan keamanan kemudian mengumumkan bahwa David Koresh telah membakar pertanian, dan berbagai jebakan yang dipasang di berbagai tempat pertanian itu telah mengubah tempat itu menjadi sebuah neraka, di mana sekitar sembilan puluh orang terbakar sampai mati.

3. The Heaven’s Gate


Aliran pemujaan yang menyimpang kembali menjadi berita utama pada tahun 1997, ketika empat puluh orang yang mengenakan kaos hitam dan sepatu olah raga melakukan bunuh diri massal di utara San Diego. Berusia antara 26 dan 72 tahun, mereka telah membunuh dirinya sendiri atas kepercayaan bahwa komet Hale-Bopp, yang saat itu sedang melintasi bumi, akan membawa mereka ke tingkat evolusi yang lebih tinggi. Di bawah ini adalah bagaimana pemikiran mereka dituangkan dalam situs internet mereka,

“Kabar gembira, karena Anggota Tua dalam Tingkat Evolusi di atas manusia telah menjelaskan kepada kami bahwa mendekatnya Halle-Bopp merupakan ‘tanda’ yang telah kami tunggu-tunggu…. Masa 22 tahun di ruangan di bumi akhirnya mendekati akhir ‘kelulusan’ dari Tingkat Evolusi Manusia.

Kami dengan bahagia bersiap untuk meninggalkan ‘dunia ini’ dan pergi bersama awak Ti (Ti merujuk pada Bonnie Lu Trusdale salah seorang pendiri yang meninggal karena kanker pada tahun 1985).
Read More >>

Selasa, 14 Juni 2011

Benar-benar Seperti Neraka, Inilah Beberapa Foto Spektakuler dari Bencana Gunung Melutus di Chile

Awan-awan berwarna abu coklat ini jelas terlihat dari ruang angkasa,dimana gunung berapi Chili terus mengeluarkan material vulakniknya. Gambar ini diambil dari alat khusus pada satelit Aqua, gambar itu diambil tidak lama setelah Gunung Caulle Puyehue-Cordon meletus di Chili selatan setelah puluhan tahun gunung ini tidak aktif



Sebuah retakan sepanjang tiga mil terjadi di daerah Andes dan mengeluarkan gas beracun,material abu dan awan panas lebih dari enam kilometer di Chili dan Argentina.

Pemerintah dan Instansi terkait berusaha pergi ke rumah-rumah warga,untuk membujuk pejalan kaki yang didekat gunung berapi untuk keluar dari area gunung karena bahaya meningkatnya gas beracun dan banjir bandang dari letusan hari Sabtu.Sekitar 4.000 orang telah dievakuasi dari 22 Daerah. Mereka mulai melarikan diri setelah terjadi gempa bumi terjadi Amerika Selatan pada hari Sabtu.

Pemerintah dan Instansi terkait berusaha pergi ke rumah-rumah warga,untuk membujuk pejalan kaki yang didekat gunung berapi untuk keluar dari area gunung karena bahaya meningkatnya gas beracun dan banjir bandang dari letusan hari Sabtu.Sekitar 4.000 orang telah dievakuasi dari 22 Daerah. Mereka mulai melarikan diri setelah terjadi gempa bumi terjadi Amerika Selatan pada hari Sabtu.

Deputi Menteri Dalam Negeri Rodrigo Ubilla mengatakan sekitar 50 keluarga di daerah Rininahue menolak untuk meninggalkan rumah mereka. Vicente Nunez, direktur kantor darurat kesiapan Chile, mengatakan: "Semuanya telah disiapkan tempat pengungsian dan transportasi bagi mereka segera meninggalkan zona bahaya." Daerah utara gunung berapi, kota Futrono dan komunitas Lago Ranco dan Entre Rios sangat rentan terhadap dadakan banjir.

Orang-orang juga menolak untuk meninggalkan Mantilhue, sepanjang Rio Bueno, hanya enam kilometer dari letusan gunung berapi.















translate by:
manadoallinone.blogspot.com

pistures by:
dailymail.co.uk
Read More >>