Selasa, 28 Juni 2011

Baru Buka 6 Hari Hotel Kaum Telanjang Ditutup

Baru Buka 6 Hari  Hotel Kaum Telanjang  Ditutup

Sebuah hotel di Istambul, Turki, diperuntukkan khusus bagi kaum nudis. Baru sempat beroperasi selama enam hari, orotitas di negara tersebut segera menutupnya.

Hotel itu memiliki 64 kamar, dibangun di kawasan wisata semenanjung Datca, di arah timur dari tempat wisata Marmaris yang jauh lebih terkenal dan ramai. Di situlah, semua tamu dibebaskan untuk menikmati sensasi berbugil ria kapan saja, di mana saja.

Aparat Turki memergokinya ketika mendapati salah satu balkon hotel itu tidak sesuai dengan gambar rancangan arsitek yang telah disetujui. Ada dua belas tamu pertama yang berpakaian minim di hotel itu yang dipaksa pindah ke hotel biasa.

Ahmed Kosar, juragan hotel itu yang sudah 15 tahun menggeluti industri pariwisata Turki, berharap dapat merenovasi balkon dan membuka kembali hotelnya pada Rabu mendatang.

Ahmed Kosar mengatakan kepada BBC, dia selalu mencari cara baru untuk memromosikan bisnisnya yang bernilai US$20 miliar itu. Ia mengklaim, sejumlah kliennya dari Eropa di hotel-hotel miliknya yang lain berminat untuk berlibur di hotel nudisnya.

Sedianya, Ahmed membebaskan para tamunya untuk bertelanjang di sekitar kolam renang atau menggunakan bus khusus untuk diantarkan ke pantai pribadi agar mereka bebas bertelanjang.

Ahmed Kosar mengatakan, dia berupaya membuka kembali hotelnya karena sebetulnya banyak hotel di daerah itu yang dibolehkan beroperasi walaupun tidak memiliki beragam izin yang diwajibkan di Turki.

Ahmed menambahkan, hotelnya yang ini dibangun selama dua tahun dan tidak ada keberatan dari penduduk setempat, asalkan para turis telanjang tetap berada di kompleks hotel atau di pantai pribadi.

Hotel itu hanya boleh menerima tamu orang asing, tidak untuk warga Turki. Para staf hotel yang hampir semuanya laki-laki juga memakai baju biasa. Kosar tak bersedia menduga-duga apakah Partai AK yang sedang berkuasa, berada di balik penutupan hotelnya.

Lazim diketahui, partai itu memiliki agenda konservatif dan berupaya menerapkannya di negara Turki yang sekuler. Tetapi Kosar mengatakan, bila proyeknya masih terus dilarang, dia mungkin akan memindahkannya ke negara lain seperti Kroasia atau Siprus Utara.(*)
Sumber: Kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Post